Kamis, 02 Februari 2012


Mengelas material dengan proses yang benar sesuai kualitas yang diterangkan oleh ISO/standar nasional

Cara mengelas rigi-rigi las tarikan
1.    Siapkan benda las yang akan dilas.
2.    Siapkan alat-alat dan kelengkapanya
3.    Letakan benda kerja pada meja las
4.    Jepitkan lem negatif pada meja las
5.    Jepitkan elektroda pada jepitan positif
6.    Atur besarnya arus yang diperlukan
7.    Hidupkan mesin las
8.    Bualah rigi-rigi las dengan tarikan mundur sudut elektrode 70° – 80°C
9.    Bersihkan terak dan percikan las
10. Matikan mesin las

  











Cara mengelas ayunan
1.    Siapkan benda las yang akan dilas
2.    Siapkan alat-alat dan kelengkapanya
3.    Letakan benda kerja pada meja las
4.    Jepitkan lem negatif pada meja las
5.    Jepitkan elektroda pada jepitan positif
6.    Atur besarnya arus yang diperlukan
7.    Hidupkan mesin las
8.    Buatlah las dengan ayunan kekiri ke kanan sudut elektrode 70-80 o C
9.    Bersihkan terak dan percikan las
10.  Matikan mesin las





















Cara mengelas dengan posisi horizontal
1.    Siapkan benda las yang akan dilas
2.    Siapkan alat-alat dan kelengkapanya
3.    Letakan benda kerja dalam posisi horizontal (lihat gambar)
4.    Jepitkan lem negatif pada meja las
5.    Jepitkan elektroda pada jepitanpositif
6.    Atur besarnya arus yang diperlukan
7.    Hidupkan mesin las
8.    Buatlah rigi-rigi las seperti pada gambar tidak diayun
9.    Bersihkan terak dan percikan las
10.  Matikan mesin las














Cara mengelas sambungan tumpul
1.    Jepitkan elektroda pada jepitan positif
2.    Atur besarnya arus yang diperlukan
3.    Letakan benda kerja pada meja las dan cantum kedua ujungnya muka dan belakang
4.    Mulailah pengelasan sesuia dengan urutan pengelasan dengan ayunan
5.    Bersihkan perak dan percikan percikan las sebelum pengelasan berikutnya
6.    Matikan mesin las











Teknik Mengelas Sambungan T ( 2 F )
Pelat-pelat yang lebih tipis dari 3/8”, dilas dengan pengisian tunggal dan yang lebih tebal dari 3/8” dilas dengan pengisian ganda Ada dua cara pengisian diatas rigi-rigi pertama yaitu :
a. dengan ayunan kecil elektroda
b. dengan ayunan melebar elektroda
Untuk lintasan pertama kedudukan elektroda membentuk sudut yang sama terhadap kedua sisi, agar penembusannya sama. Pada lintas ini, ampere dinaikkan sedikit lebih tinggi dari ampere normal agar penembusan baik. Untuk lintasan kedua, elektroda diarahkan ke pelat bawah dengan kemiringan kira-kira 20° terhadap pelat vertical. Untuk lintasan kedua, elektroda diarahkan ke pelat vertical dengan kemiringan kira-kira 60°. Sudut jalan selamanya dibuat kira-kira 80°. Hindarkanlah terjadinya pengecutan pelat pada lintasan kedua dan ketiga.


 







Teknik Mengelas sambungan T ( 3 F )
Jenis elektroda yang digunakan ialah elektroda rutil yang cepat membeku atau elektroda baisi (hidrogen rendah). Menggunakan elektroda yang berdiameter kecil akan lebih mudah mendapatkan hasil yang baik. Pada pengisian pertama, elektroda tidak perlu diayun pada pengisian kedua, elektroda dapat diayun. Urutan pengisian dan sudut elektroda pada kampuh berimpit tegak Urutan pengisian dan sudut elektroda pada kampuh berimpit datar.










Teknik Mengelas Material Baja Carbon rendah
Kualifikasi Mengelas kampuh ( V ) 1 G plat
1.    Potong material dengan menggunakan mesin potong Las Busur Manual dengan ukuran 300 x 100 x 12 mm = 2 buah
2.    Bentuklah kampuh V dengan kemiringan sisinya masing-masing 35°
3.    Buatlah pinggir kampuh ( roat face ) dengan ukuran 2 mm
4.    Atur posisi benda kerja dengan jarak antara gap 1 ø x elektroda
5.    Lakukan las catat ( Tack weld ) pada dua tempat depan dan ujung
6.    Buatlah backing las untuk menahan nterjadinya perubahan
7.    Mulailah mengelas jalur pertama penembusan ( roat penetration ) dengan menggunakan elektroda E 7016 ø 3,2 mm atau E 6010 ø 3,2 mm, maximum penembusan 3 mm. Usahakan terjadi key hole ( lubang kunci ) agar penembusan baik



 





















Teknik Mengelas Material Baja Carbon rendah
Kualifikasi Mengelas Horizontal kampuh ( V ) 2 G plat
1.    Potong material dengan menggunakan mesin potong Las Busur Manual dengan ukuran 300 x 100 x 12 mm = 2 buah
2.    Bentuklah kampuh V dengan kemiringan sisinya masing-masing 35°
3.    Mengeset benda kerja dengan posisi horizontal ( 2G )
4.    Lakukan las catat ( Tack weld ) pada dua tempat depan dan ujung
5.    Mulailah mengelas jalur pertama penembusan ( roat penetration ) dengan menggunakan elektroda E 7016 ø
6.    Untuk pengelasan layer diatur sampai pada pengelasan akhir
7.    Ketinggian rigirigi las dari permukaan ±3 mm, lihat gambar










Teknik Mengelas Vertikal kampuh V ( 3 G ) plat
Untuk mengelas posisi tegak diusahakan sudut elektroda mendekati sudut 80° dan di dalam penembusan awal harus ada key hole (membentuk lubang kunci) agar cairan lasannya masuk kedalam sehingga akan timbul rigirigi la diluar dan batas tinggi tembusan ± 1 – 3 mm, untuk mengelas sambungan diharuskan berhenti agak lama pada ujung pengelasan yang terdapat lubang kuncinya, kalau tidak berhenti, maka sambungan tidak akan sama dan akan terjadi IP (incompact penetration). Untuk pengelasan capping jangan menggunakan ampere yang tinggi, tujuannya untuk menghindari terjadinya undercut Hasil pengelasan yang baik dan benar selalu diawali dengan persiapan yang sempurna dan setiap pengisian lasan/layer harus selalu rapi dan rata bila tidak rata tidak akan menghasilkan lasan yang baik, maka setiap selesai pengisian lasan harus digerinda sampai rata.
Langkah pengelasannya sebagai berikut :
1.    Mempersiapkan bahan / material dengan ukuran 300 x 100 x 12 mm
2.    Bentuklah kampuh ( V ) dengan kemiringan 350 pada satu bagian / sisi masing-masing 35°
3.    Buatlah pinggul, pinggir kampuh (roatface) dengan ukuran 2 mm
4.    Atur posisi benda kerja dengan jarak antara gap 1 ø x elektroda atau lebih
5.    Lakukan las catat (Tack weld) pada dua tempat depan dan ujung
6.    Mengatur arus pengelasan (ampere)
7.    Pakailah elektroda E 6010 atau E 7016 untuk penembusan
8.    Gerakan elektroda keatas secara teratur
9.    Nyalakan elektroda pada ujung yang bercelah, lalu miringkan sebesar 70°–80° ke arah bawah dan tegak lurus terhadap kedua sisi benda kerja
10. Setelah lapisan pertama selesai, bersihkan terak dan bila perlu gerinda, periksa penembusan di belakang harus menonjol ± 1 – 3 mm
11. Isi lapisan kedua dan seterusnya dengan memakai elektroda rutil atau oksidasi
12. Untuk pengelasan akhir atau capping dengan diayun sampai mencapi tepi kampuh dan menonjol diatas permukaan benda dasar ± 1 – 3 mm




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar